Baleg Minta Pemerintah Prioritaskan UMKM Terdampak Proyek Infrastruktur

Berita

Baleg Minta Pemerintah Prioritaskan UMKM Terdampak Proyek Infrastruktur

Merdeka. com – Anggota Baleg, Bukhori Yusuf, menodong pemerintah memperhatikan nasib para pelaku UMKM yang kehilangan tempat jalan sebagai akibat proyek infrastruktur. Itu mestinya mendapatkan prioritas dukungan sejak pemerintah. Misalnya untuk menempati rest-rest area.

“Contohnya pembangunan jalan tol Jakarta Surabaya itu ratusan ribu kepala keluarga dan puluhan ribu UMKM dengan kemudian tidak bisa berusaha. Itu harus diberikan prioritas untuk mampu mengambil tempat-tempat di rest tempat terkait, ” ungkap dia, di dalam rapat Baleg, Kamis (4/6).

Menurut Politikus PKS ini, para UMKM yang terdampak proyek infrastruktur tersebut tentu mengalami penurunan penerimaan yang signifikan. “Karena kalau kita perhatikan, mereka luar biasa berteriak. Yang mestinya penghasilan semalam mampu Rp3 juta hingga Rp10 juta sampai Rp15 juta itu, boro-boro Rp3 juta, Rp300. 000 selalu sudah untung, ” jelas tempat.

Mereka inilah dengan seharusnya dijadikan prioritas oleh pemerintah agar dapat menjalankan dan memajukan usaha. Dijadikan prioritas, lanjut dia, artinya tidak diperlakukan sama dengan pelaku usaha lain, apalagi yang sudah tergolong pelaku usaha gembung.

“Mereka dikasih keringanan. Harus membayar yang meringankan. Kalau perlu mendekati free. sampai mereka bisa menjadi UMKM yang leverage-nya naik. Yang mikro jadi kecil, kecil jadi menengah, ” nyata dia.

“Baru lalu diperlakukan sama. Jangan sampai lalu misalnya orang satu tidak punya modal yang satu punya pangkal besar lalu disuruh bertarung. Tersebut tidak fair, tidak adil, ” tegas dia.

Dia mengakui tidak bisa di utama lokasi usaha 100 persen diisi oleh UMKM. Tentu dibutuhkan brand-brand besar untuk masuk. Hanya dasar, kebijakan yang berpihak pada UMKM juga harus disiapkan pemerintah.

“Misalnya rest area dalam Cipali yang sangat besar petunjuk pabrik gula, itu 100 persen UMKM. Tetapi kemudian kelemahannya merupakan ketika semua rest area 100 persen UMKM, dari sisi pola, interesting itu kurang. Karena tersebut memang perlu satu mix, ” tandas dia.

Tengah Ketua Baleg, Supratman Andi Agtas, menegaskan pentingnya pembatasan terhadap satu brand besar maupun internasional dalam satu lokasi usaha. Hal tersebut sebagai bagian untuk melindungi serta mendukung tumbuh kembang UMKM.

“Harus diatur. Jadi kalau satu brand dan produknya pas dalam satu kawasan, itulah yang membuat mati UKM. Jadi utama produknya ayam, satunya ayam teristimewa. Ayam produk kita mati, ” tegas dia.

“Mungkin ke depan yang paling cantik, berikan satu brand yang gembung dalam satu kategori usaha lalu ada satu dua lagi akan tetapi dengan produk yang berbeda, ” imbuh Politikus Gerindra ini. [lia]

Back To Top