Anies Paparkan Syarat dan Petunjuk Isolasi Mandiri untuk Anak obat Tanpa Gejala Covid-19

anies-paparkan-syarat-dan-panduan-isolasi-mandiri-untuk-pasien-tanpa-gejala-covid-19-1
Berita

Anies Paparkan Syarat dan Petunjuk Isolasi Mandiri untuk Anak obat Tanpa Gejala Covid-19

Merdeka. com – Kasus Covid-19 di Ibu Kota DKI Jakarta naik tajam dalam beberapa keadaan terakhir. Bahkan, sempat mengenai angka lebih dari 4. 000 kasus dalam utama hari. Menjadi rekor terbanyak sepanjang pandemi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan panduan bagi pasien yang menjalankan isolasi mandiri untuk orang minus gejala (OTG) di Jakarta. Panduan tersebut diunggah Anies pada instagram pribadinya, @aniesbaswedan, Minggu (20/6).

Dalam unggahan tersebut disebutkan jika individu tanpa fakta melapor ke Puskesmas sebati domisilinya. Nantinya, petugas akan mengarahkan individu tersebut ke lokasi isolasi terkendali, yakni apabila rumah mereka tak memungkinkan untuk dilakukan isolasi.

Isolasi terkendali berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 980 tahun 2020 yaitu fasilitas mandiri kemayoran, hotel, penginapan atau rumah, dan fasilitas lainnya.

Berikut syarat isolasi mandiri di rumah atau fasilitas pribadi:

1. Rumah harus cocok dengan standar yang ditentukan (penilaian kelayakan oleh Konglomerasi Tugas/ Lurah/Camat Setempat)

2. Lurah memasang pengumuman “sedang melakukan isolasi mandiri”

3. Hanya dihuni orang terkonfirmasi Covid-19

4. Pasien tetap tinggal dalam rumah

5. Pasien tidak diperbolehkan berinteraksi langsung dengan keluarga/kerabat selama masa isolasi

6. Dilakukan pengawasan lokasi oleh Lurah dan Himpunan Tugas RT/RW

7. Dilakukan penegakan disiplin bersama instansi terkait bila terjadi pelanggaran

8. Segera hubungi kemudahan pelayanan kesehatan jika kedudukan memburuk

Kesibukan saat isolasi, wajib dikerjakan:

1. Pasti di kamar dan dapat dihubungi melalui media koneksi

2. Basuh tangan dengan sabun sesering mungkin

3. Menggunakan masker dengan betul saat keluar ruangan

4. Menjaga kejernihan lingkungan kamar

5. Melaporkan kondisi kesehatan tubuh setiap hari atau apabila ada gejala perburukan kondisi

6. Melaksanakan aktivitas positif.

Kegiatan isolasi yang dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Membawa handphone, laptop pribadi

2. Membawa snack atau cemilan

3. Membawa buku bahan referensi

4. Mengabulkan komunikasi melalui media elektronik

5. Menyelenggarakan aktivitas positif yang bersemangat individual dan dapat dilakukan secara mandiri

Kegiatan yang tidak boleh dilakukan saat isolasi sendiri sebagai berikut:

1. Keluar tempat isolasi

2. Menyambut tamu atau keluarga dalam kamar

3. Menggunakan barang secara bersama dengan orang lain

4. Menimbulkan kegemparan

5. Merokok

Isolasi dikerjakan selama 10-14 hari dihitung sejak terkonfirmasi Covid-19. Semrawut pemantauan dilakukan petugas melalaikan media elektronik atau tak secara langsung.

“Pelaku isolasi segera mengeluh melalui media elektronik bila terdapat gejala seperti demam, sakit tenggorokan, batuk, influenza, sesak nafas, ” ucapnya.

Selesai isolasi mandiri ketika telah menjalani masa isolasi sesuai secara waktu yang ditetapkan oleh petugas. Lalu, tidak terlihat pemeriksaan PCR ulang, mendapatkan surat keterangan selesai isolasi dari petugas kesehatan pemantau kondisi harian.

“Laporkan kondisi kepada puskesmas sesuai dengan domisili, ” jelasnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6. com [noe]

Back To Top