Anies Baswedan Beri Dua Preferensi untuk Masyarakat Sikapi PPKM Darurat

anies-baswedan-beri-dua-opsi-untuk-masyarakat-sikapi-ppkm-darurat-1
Berita

Anies Baswedan Beri Dua Preferensi untuk Masyarakat Sikapi PPKM Darurat

Merdeka. com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menodong warganya untuk mematuhi & ikut melaksanakan kebijakan PPKM Darurat. Keberhasilan upaya menekan penyebaran Covid-19 juga bersandar masyarakat menyikapinya.

“Ada satu hal istimewa, kita ingin ini segera selesai atau ingin lama selesai? Kalau ingin segera selesai semua bertahan di rumah. Kalau mau periode selesainya maka kita seluruh bergerak keluar, pasti akan lama selesainya, ” sebutan dia di Jalan Umum Bogor.

Anies bersama Kapolda Metro Hebat dan Pangdam Jaya meninjau pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kira-kira lokasi, Minggu (4/7).

“Saya harap kita semua menyadari ini masa yang sulit yang sedangkan kita hadapi bisa dua minggu, 4 minggu, enam minggu, 8 minggu. Sangat tergantung pada kecepatan kita, ” ujar dia.

Lantas Anies menyenggol salah satu negara yang menerapkan pembatasan aktivitas sampai 10 pekan. Anies tak menyebut secara detail negara yang dimaksud. Anies hanya mengatakan, negara tersebut kini telah hidup normal sesuai sediakala.

“Di negara lain ada sampe 10 season atau 9 Minggu baru kembali kepada situasi normal, ” jelasnya.

Karena itu, Anies meminta masyarakat mengindahkan kebijakan PPKM Darurat. Lengah satunya dengan mengurangi kegiatan di luar rumah.

“Kita berharap ini bisa cepat kalau lekas mari kita sama-sama rukun untuk memilih berada dalam rumah mengurangi kegiatan dalam luar dan mengizinkan cuma mereka yang sektor pokok dan sektor kritikal dengan berkegiatan, ” ucap dia.

Urusan Menyelamatkan Warga

Anies menambahkan, kebijaksanaan PPKM bukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di DKI Jakarta. Anies menyebut, ini adalah strategi untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Ini adalah usaha buat menyelamatkan. Ini bukan buat mengosongkan jalan-jalan di Jakarta. Ini adalah untuk menyelamatkan kita semua, menyelamatkan anda, keluarga anda, menyelamatkan tanggungan kita semua, ” membentangkan Anies.

Bekas Mendikbud ini mengatakan, eksistensi TNI dan Polri dan Dinas Perhubungan di kira-kira ruas jalan bukanlah sedangkan mengatur arus lalu lintas. Tapi, lebih dari tersebut.

“Jadi masa melihat ada pembatasan ulama. Ini bukan sedang mengatur arus lalu lintas. Tersebut sedang menyelamatkan kita seluruh untuk ayo tetap berharta di rumah kecuali tersedia tugas di sektor esensial dan sektor kritikal, ” tutup Anies.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6. com [noe]

Back To Top