818 Pengendara di Jakarta Kedapatan Melayani Arus

818 Pengendara di Jakarta Kedapatan Melayani Arus
Berita

818 Pengendara di Jakarta Kedapatan Melayani Arus

Merdeka. com – Sepekan operasi patuh jaya, sebanyak 7. 988 kendaraan ditindak petugas. Jumlah pelanggaran mengalami peningkatan dari hari-hari sebelumnya.

“Dengan rincian tilang sejumlah 2. 736 serta teguran sejumlah 5. 252 nasihat, ” kata Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar kepada merdeka. com, Kamis (30/7).

Pelanggaran tersebut masih didominasi pengendara roda besar atau sepeda motor, dengan pelanggaran tertinggi adalah melawan arus semrawut lintas.

“Pelanggaran sempurna adalah melawan arus dengan jumlah 818 pelanggaran, ” katanya.

Fahri menyebutkan, wilayah Jakarta Tengah tingkat pelanggaran lalu lintasnya.

“Wilayah yang paling banyak terjadi pelanggaran lalu lintas di wilayah Jakarta Pusat, ” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, dalam operasi ini diturunkan sebesar 1. 807 personel gabungan bergandengan dengan TNI , Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) di operasi tersebut.

Pokok 5 Jenis Pelanggaran Dalam Proses

Fahri menjelaskan, pada operasi ini lebih memfokuskan terhadap lima jenis pelanggaran lalu lin.

“Satu melawan aliran lalu lintas. Kedua melanggar marka stop line. Ketiga penumpang serta pengemudi tidak menggunakan helm SNI. Keempat melintas bahu jalan pungutan. Kelima, menggunakan rotator dan sirine tidak sesuai ketentuan. 5 poin itu yang jadi sasaran istimewa, ” jelas Fahri.

Ia mengaku, pihaknya akan menyerahkan teguran bagi para pengendara yang terbukti melanggar lalu lintas ataupun tidak mengikuti protokol kesehatan yakni menggunakan masker.

“Kalau kita akan melakukan teguran lisan dan teguran secara tertulis. Nasihat secara tertulisnya itu dengan jalan saya memberikan teguran pelanggaran PSBB tertulis itu, kita sudah pernah melakukan itu pada masa pandemi. Jadi polisi melakukan penindakan dengan teguran dengan menggunakan blanko teguran pelanggaran PSBB, ” ucapnya.

“Karena tindakan yang berupa hukuman itu sudah diatur oleh pergub nomor 41 tahun 2020 tentang pengenaan sanksi bagi pelanggaran PSBB. Itu ada sendiri ya. Maka kalau nanti mereka ditemukan oleh teman-teman satpol PP itu ada sanksi sendiri. Sanksinya itu mampu teguran tertulis, ada kerja baik ada Sanski denda. Jadi sebab polisi sendiri itu penindakan pelanggaran PSBB itu dengan menulis di surat teguran. Tentunya ini bakal dijadikan bahan jiga untuk diinformasikan ke teman-teman PSBB, ” tutupnya.

Berikut ini 15 jenis pelanggaran yang akan diberikan tindakan penilangan:

1. Menggunakan handphone saat berkendara.
2. Menggunakan kendaraan di tempat trotoar.
3. Mengemudikan kendaraan melawan arus.
4. Menyelenggarakan kendaraan di jalur busway.
5. Mengemudikan kendaraan melintas dalam bahu jalan.
6. Sepeda motor melintas atau masuk bulevar tol.
7. Sepeda motor melintas di jalan layang non-tol.
8. Mengemudikan kendaraan menyalahi aturan perintah atau larangan dengan dinyatakan dengan alat pemberi tanda lalu lintas (APILL).
9. Pengemudi yang tidak memberikan pengutamaan kepada pengguna jalan yang menebus hak utama untuk didahulukan.
10. Mengemudikan kendaraan melebihi pemisah kecepatan.
11. Mengemudikan instrumen tidak menggunakan helm SNI.
12. Mengemudikan kendaraan di ustaz tanpa menyalakan lampu utama di dalam malam hari.
13. Mengemudikan kendaraan yang membiarkan penumpang tak menggunakan helm.
14. Mengemudikan kendaraan pada perlintasan kereta obor yang tidak berhenti ketika tanda sudah berbunyi, palang pintu andong api sudah mulai ditutup.
15. Mengemudikan kendaraan berbalapan dalam jalan. [lia]

Back To Top