5 Jenazah Laskar FPI Dimakamkan di Megamendung Bogor

Berita

5 Jenazah Laskar FPI Dimakamkan di Megamendung Bogor

Mandiri. com – Panglima Laskar Pembela Islam DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustad Maman menyatakan lima jenazah angkatan dimakamkan di Megamendung, Bogor. Tatkala satu jenazah dimakamkan sendiri pihak keluarga.

“Satu jenazah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan sendiri, ” kata Maman dalam Petamburan, Rabu (9/12) dini hari. Dikutip Antara.

Lima jenazah yang dimakamkan di pelik Markaz Syariah Megamendung yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21) dan Lutfi Hakim (25). Tatkala jenazah Muhammad Reza (20) dimakamkan oleh pihak keluarga.

Sesuai rencana, kata Maman, tiba di Megamendung, jenazah kembali disalatkan dan langsung dimakamkan. Sebelumnya keenam jenazah laskar FPI itu dibawa ke Markaz Syariah Petamburan, usai diautopsi di RS Polri selama sekitar 30 jam.

Di Petamburan, keenam jenazah tersebut dimandikan, dikafani dan dishalatkan balik. Keenam pengawal Muhammad Rizieq Syihab (MRS) sebelumnya dilaporkan tewas di dalam baku tembak yang terjadi di KM50 Tol Jakarta -Cikampek, kawasan Karawang, Jawa Barat, Senin (7/12) dini hari.

Penembakan Versi FPI

Front Pembela Islam (FPI) menceritakan detik-detik sebelum terjadinya peristiwa di Tol Jakarta-Cikampek kilometer 50. Pihak Laskar pengawal dengan hendak mengawal Rizieq dan tanggungan menuju Karawang pada Minggu malam pukul 22. 45 Wib, mengiakan diikuti sejumlah orang tak dikenal.

“Sejak penguntitan dalam rumah IB HRS di Sentul, para laskar pengawal IB HRS tidak pernah ditunjukkan oleh para-para penguntit, identitas berupa KTA Polisi , Surat Perintah mau pun identitas lain sebagai aparat hukum sehingga laskar penilik IB-HRS memahami bahwa orang-orang yang menguntit adalah Orang Tidak Dikenal yang ditugaskan mengganggu dan mengancam keselamatan IB-HRS dan keluarga, ” kata Sekretaris Umum FPI, Munarman, dalam rilis yang diterima mandiri. com, Selasa (8/12).

Itu sebabnya, lanjut Munarwan, sebesar orang yang ditugaskan untuk mempertahankan perjalanan Rizieq sekeluarga hari tersebut coba memberikan perlindungan.

“Laskar pengawal dan pengamanan rombongan IB-HRS dan keluarga adalah menjauhkan para pengganggu tersebut agar instrumen tersebut menjauhi IB HRS & keluarga, ” katanya.

“Agar tidak menjadi ancaman bagi keselamatan IB-HRS dan keluarga, ” sambungnya.

Rombongan Rizieq malam itu berjumlah delapan mobil. Empat diisi keluarga dan empat mobil pengawal yang tiap mobil ditumpangi enam orang termasuk sopir.

Saat mobil meninggalkan kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, lanjut Munarman, merasa telah diikuti sebesar mobil yakni Avanza Hitam B 1739 PWQ, Avanza silver beserta beberapa mobil lainnya. Diklaimnya, mobil itu juga pernah terlihat di kawasan Sentul.

Zaman rombongan Rizieq masuk ke dalam tol mengaku mobil yang mengikuti seperti ingin memepet dan meresap dalam rombongan. Pengawalnya langsung menjauhkan mobil Rizieq dan keluarga.

Menurutnya, orang itu diduga polisi tak berpakaian seragam, tetapi tidak menunjukkan identitasnya.

“Namun mobil tersebut berhasil dijauhkan sebab mobil laskar pengawal dan digiring keluar tol, ” katanya.

Setelah itu ada sedang beberapa mobil yang masih terus mengikuti dan coba mendekat ke konvoi Rizieq dan keluarga.

“Senin dini hari memukul 00. 10 Wib, setelah pintu keluar Tol Karawang Timur ada tiga mobil Avanza hitam B 1739 PWQ, Avanza silver & Avanza putih terus berusaha hadir ke dalam konvoi, mepet, mengintai dan mengikuti rombongan IB-HRS. Daripada pihak keluarga, Habib Hanif tetap memandu semua rombongan agar perdata dan hati, ” kata Munarman.

“Tiga mobil penguntit tersebut berhasil dijauhkan oleh besar mobil berisi laskar yang posisinya paling belakang yakni Chevrolet B 2152 TBN. Rombongan keluarga IB-HRS berhasil menjauh dari para penguntit dan pengganggu yang menggunakan tiga mobil, ” sambungnya.

Mobil Pengawal Dipepet

Kemudian setelah keluar Tol Karawang Timur, satu diantara mobil pengawal Rizieq dipepet namun berhasil lolos menuju arah Tol Karawang Barat, lalu masuk ke Tol arah Cikampek dan beristirahat di Rest Daerah KM 57. Sementara saat mobil Chevrolet mengarah Tol Karawang Barat dikepung.

“Berdasarkan hubungan terakhir, dikepung oleh tiga mobil pengintai kemudian diserang. Ketika tersebut, salah seorang laskar di mobil Avanza yang tengah beristirahat pada KM57 berkomunikasi dengan Sufyan pedengan Bang Ambon, yang ada di mobil Chevrolet telepon ketika tersebut terus tersambung.

“Informasi dari laskar yang berada di mobil Chevrolet dikepung, Sufyan alias Bang Ambon mengatakan ‘Tembak sini tembak’ mengisyaratkan ada yang menyasarkan senjata kepadanya dan setelah tersebut terdengar suara rintihan laskar dengan kesakitan seperti tertembak. Bang Ambon meminta laskar lain untuk langsung berjalan. Begitu pula Saat Faiz dihubungi oleh salah satu Laskar yang ikut rombongan IB-HRS terlihat ada suara orang yang kesakitan seperti habis tertembak. Dan seketika itu telpon juga terputus, ” beber Munarman.

Lalu, kabar dari enam orang penjaga yang ada di mobil Chevrolet itu tidak bisa lagi dihubungi sampai Senin siang.

Bahkan malam saat kejadian, pengawal lainnya coba mendatangi lokasi ketika masuk pintu Tol Karawang Barat, rekan lainnya tidak menemukan barang apa pun di lokasi yang diperkirakan sebagai lokasi serang terhadap pengawal yang menumpang Chevrolet.

“Sampai Senin pukul 12. 00 WIB kami masih mencari keberadaan 6 Laskar tersebut di bermacam-macam rumah sakit dan tempat-tempat yang lain. Sampai saat itu kami belum mengetahui keadaan dan keberadaan enam laskar tersebut, ” tutup Munarman.

Versi Polisi

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, menuturkan kejadian di Tol Cikampek ragam polisi.

Menurutnya, zaman itu sejumlah personel kepolisian terkebat bentrok dengan pengikut pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50 pada Senin (7/12) dini hari. Bentrok itu berlaku saat anggota Polda Metro Hebat sedang menyelidiki akan ada penghimpunan massa untuk menghadiri pemeriksaan Rizieq Syihab terkait kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12).

Fadil mengatakan, kejadian tersebut berawal ketika anggota Polda Metro Jaya menelusuri kabar pihak mengkoordinir massa Rizieq sekitar pukul 00. 30 WIB di Jalan Tol Jakarta Cikampek, KM 50.

Menurut dia, informasi pengerahan massa itu didapat polisi lantaran pelbagai sumber termasuk pesan pada grup percakapan WhatsApp. Namun zaman itu terjadi penyerangan terhadap petugas.

“Berawal dari data bahwa akan terjadi penyerangan masa saat MRS diperiksa di Polda Metro Jaya dari berbagai sumber, termasuk media mungkin dapat dari WA grup, akan ada pengerahan kelompok massa untuk kawal penelitian MRS di Polda Metro Jaya, ” kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12).

Fadil menuturkan, polisi kemudian bertemu dengan salah satu kendaraan di ruas jalan tol. Kala anggota Polda Metro Jaya menuruti mobil itu memepet dan melangsungkan penyerangan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Kepolisian melepaskan tembakan. Enam orang meninggal dunia tempat kejadian. Sementara empat orang lainnya kabur.

“Anggota dengan terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tegas dan terukur sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang ada enam orang dengan meninggal dunia, ” ungkap Fadil. [gil]

Back To Top