1540 Warga Banyuwangi Nikmati Hibah Air Bersih

1540 Warga Banyuwangi Nikmati Hibah Air Bersih
Berita

1540 Warga Banyuwangi Nikmati Hibah Air Bersih

Merdeka. com – Pengembangan sanitasi di lingkungan warga terus menjadi perhatian Pemkab Banyuwangi . Pada tahun ini, ada 1. 500 lebih bangsa berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan layanan sambungan baru air bersih secara gratis yang dipasang oleh Kongsi Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan servis ini adalah pelaksanaan dari Agenda Hibah Air Bersih Perkotaan yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Melalui program ini, lanjut Anas, pemerintah daerah didorong melakukan jalan mengatasi masalah akses air terang warga miskin yang didukung sebab Kementerian PUPR. Termasuk salah satunya memfasilitasi biaya pemasangan sambungan pertama bagi warga.

“Pada tahun ini Banyuwangi mengajukan sebesar 1. 575 sambungan rumah (SR). Setelah diverifikasi, ada 1. 540 SR yang disetujui oleh Departemen PUPR. Alhamdulillah, Oktober ini seluruhnya selesai dipasang, ” kata Anas saat meninjau sejumlah lokasi warga di Lingkungan Wangkal Timur Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Senin (12/10).

Hingga Oktober 2020, total ada 1. 540 sambungan rumah (SR) di 13 kecamatan yang telah terpasang. Warga yang semula kesulitan mengakses air bersih, kini bisa mendapatkan dengan semoga karena di rumahnya telah terpatok sambungan PUDAM.

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Widodo Waluyo menjelaskan bahwa lewat program menyumbangkan dari Kementerian PUPR ini masyarakat akan menikmati keuntungan membayar imbalan sambungan baru yang lebih murah dari biaya regular, bahkan khali biaya

“Mekanisme kalender ini adalah pemkab membiayai terlebih dahulu investasi jaringan perpipaan maka ke sambungan rumah (SR) ke rumah warga. Setelah proses verifikasi, maka pemerintah pusat akan mengganti biaya tersebut, ” jelasnya.

Untuk menjalankan program itu, kata dia, pemkab juga harus memenuhi beberapa persyaratan. Yakni memiliki Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Simpanan Pemerintah (PMP) dan kesiapan APBD pada tahun berjalan.

“Sedangkan syarat bagi MBR penerima hibah adalah daya listrik dengan terpasang pada rumah tangga itu tidak lebih besar dari satu. 300 VA. Selain juga 50 persen di antara target itu diperuntukkan bagi MBR yang memiliki daya listrik 900 VA, ” imbuhnya.

Program Derma Air Minum ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan pelayanan dan berkontribusi pada program 100-0-100, yang adalah target 100% akses aman cairan minum, 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi layak yang dapat dipenuhi pada tahun 2030.

Sejumlah warga kendati mengaku senang dengan program tersebut. Mereka mengaku dulunya bergantung pada sumber air yang dialirkan secara swadaya.

“Alhamdulillah, kini bisa dapat air dengan mudah. Kalau dulu harus pasang pipa sampai 3 kilometer jauhnya, airnya kadang lancar kadang susah. Akan tetapi sekarang tinggal putar kerannya, telah keluar airnya, bersih pula, ” kata salah seorang warga penerima hibah asal Lingkungan Wangkal berantakan Kalipuro.

Di Kecamatan Kalipuro sendiri, ada 122 MBR yang menerima manfaat program tersebut. Termasuk 44 MBR warga dunia Wangkal tersebut.

“Alhamdulillah, kami senang karena sekarang asosiasi bisa mudah mengakses air suci. Insya Allah, program ini hendak kami teruskan tahun depan, secara target 2. 000 rumah awak, ” kata Anas. [hhw]

Back To Top