105 Santri dari 3 Pesantren di Sleman Dinyatakan Positif Covid-19

105 Santri dari 3 Pesantren di Sleman Dinyatakan Positif Covid-19
Berita

105 Santri dari 3 Pesantren di Sleman Dinyatakan Positif Covid-19

Merdeka. com – Kasus positif virus Corona di kalangan santri sebab pesantren di wilayah Sleman langsung bertambah. Hari ini tercatat tersedia tambahan 43 pasien positif di lingkungan pesantren. Tambahan ini melaksanakan jumlah total ada 105 pasien positif virus Corona di 3 pesantren di DIY.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengkonfirmasi ada tambahan 43 kasus positif Corona dalam dua pesantren. Dua pesantren tersebut berada di Kecamatan Ngaglik serta Prambanan.

“Penambahan 43 kasus dari Ponpes di Ngaglik dan Prambanan. 38 di Ngaglik dan 5 di Prambanan, ” ujar Joko saat dihubungi, Sabtu (3/10).

Joko menyebut bahwa penularan virus Corona dalam dua pesantren di Sleman ada kemungkinan bisa menjadi klaster. Namun kondisi ini masih melihat perkembangan kasus selanjutnya.

“Yang tidak bisa disebut klaster yang di Ngaglik (ponpes kecil) sebab hanya ada satu kasus dan berhenti. Yang dua (ponpes) lainnya mungkin akan menjadi klaster. Akan tetapi mudah-mudahan tidak kalau bisa cepat diblokir, ” tutur Joko.

Dari penelusuran data diketahui jika temuan penularan virus Corona di pesantren dilaporkan pada simpulan bulan September 2020. Saat itu, Dinkes Sleman mengumumkan ada 47 santri yang dinyatakan positif virus Corona dari dua pesantren yakni di Ngaglik (pesantren besar) dan di Prambanan.

Sehari berselang, Dinkes Sleman kembali mencanangkan ada 1 kasus baru sedang di lingkungan pesantren. Pasiennya, seorang santri yang bukan berasal sebab 2 ponpes sebelumnya, namun masih berada di kawasan Ngaglik (pesantren kecil).

Pada Jumat (2/10) terjadi lagi penambahan sebanyak 14 kasus di pesantren Ngaglik. Dan Sabtu (3/10) diumumkan tersedia tambahan 43 orang positif pada pesantren Ngaglik dan Prambanan. [gil]

Back To Top